HASIL SABLONAN RONTOK

Pernah nyablon kaos trus hasil sablonannya rontok setelah dicuci…atau sekarang lagi nyablon kaos trus diseterika kemudian direndam lalu diangkat..gubrakkkk pecah-pecah semua sablonannya atau bengkak-bengkak semua sablonannya kaya ada air di dalam sablonannya atau tinta sablonan terkelupas sebagian…???

ALAT SABLON MEDAN, SABLON KAOS, PRINTING DTG

SEBELUM DICUCI

ALAT SABLON MEDAN, SABLON KAOS, PRINTING DTG

SETELAH DICUCI

Yang musti mas bro ketahui terlebih dahulu adalah jenis tinta sablon kaos yang mas bro pakai hingga sablonan rontok/hancur/pecah-pecah itu jenis tinta sablon kaos waterbased atau tinta sablon kaos solvent based. Karena nyablon kaos tinta water based berbeda dengan nyablon kaos tinta solvent based.

Biasanya / kebanyakan hasil sablonan kaos menjadi rontok atau pecah-pecah atau hancur dikarenakan finishing yang tidak sempurna, ini berlaku untuk tinta water based maupun tinta solvent based.

Tinta sablon kaos water based dalam melakukan finishing harus menggunakan mesin hotpress atau bisa juga di akali dengan diganti menggunakan seterikaan atau gosokan baju. Sedangkan untuk tinta sablon kaos solvent based atau yang lebih dikenal Plastisol, dalam melakukan finishingnya harus menggunakan mesin curing.

CONTOH KASUS : Jika mas bro sudah nyablon kaos dengan tinta water based lalu sudah dikeringkan kemudian sudah juga diseterika atau di hotpress  lalu hasil sablonannya kok tetap saja rontok atau pecah-pecah seperti gambar contoh yang di atas (maaf kami tidak dapat menyebutkan merk tinta sablonnnya karena kode etik usaha). Berarti kemungkinannya ada 3 (tiga) hal yaitu:

  1.  Waktu yang di butuhkan untuk hotpress / seterika nya tidak tepat dan tidak sesuai aturan yang dikeluarkan dari pabrik yang membuat tinta sablon kaos tersebut sehingga hasil sablonan tidak sempurna yang pada akhirnya hasil sablonan bisa rontok / pecah-pecah / dll. Setiap merk mempunyai aturan sendiri-sendiri, CONTOH jika kita menggunakan tinta sablon kaos merk MATSUI MONO BRIGHT RUBBER (yang kami jual), hasil sablonan yang telah kering harus di hotpress / seterika gosokan dengan suhu 170°C dengan lama waktu 60 detik atau jika menggunakan mesin curing harus di Cure dengan suhu 130°C selama 3 menit tapi dibagi menjadi 6 tahap, satu tahap 30 detik sebanyak 6 kali, kalo tidak dibagi 6 kali, langsung hajar 3 menit, ntar yang ada kaos sablonan bisa gosong alias hangus terbakar, beda lagi caranya jika menggunakan tinta sablon untuk sablon bahan jeans / bahan jersey kaos bola / bahan lainnya.
  2. Tinta sablon kaos waterbased yang mas bro pakai tidak cocok dengan bahan kain. Sudah pasti bahan kain dipasaran itu jenisnya banyak mas bro, ada bahan cotton combed, bahan polyester, bahan TC, bahan strech (bahan yang buat celana renang), bahan jeans, bahan satin, bahan kain lainnya. Oleh karena itu jika salah pake tinta sablon maka hasilnya pun bisa tidak sempurna karena tinta sablon yang tidak cocok dengan bahan kain tidak akan menempel atau meresap ke kaosnya sehingga bisa juga membuat rontok / pecah-pecah / dll.
  3. Tinta sablon kaos yang mas bro pakai kwalitasnya tidak bagus alias buruk alias jelek.

“Praktek Langsung Adalah Guru Terbaik”.  by Alat Sablon Medan.

Advertisements

58 thoughts on “HASIL SABLONAN RONTOK

  1. budi says:

    gan.. saya pake tinta matsui bright rubber. kalau d hot press bagusnya berapa derajat? trus berapa lama d pressnya?
    Makasih sebelumnya gan.

  2. setiawan says:

    bro kalo aku tidak punya alat wordpres….. terus biar setara kwalitasnya finisingnya diapakan bro… dijemur cukup??n brp lama

    • Ronnie says:

      Kalau mas bro ndak punya alat hotpress, bisa pakai strikaan aja tapi harus dilapisi kertas minyak / kertas lilin / kain teflon. Area sablonan menghadap ke atas lalu tutupin dengan kertas yang dimaksud tadi lalu strika biasa secara merata.
      Jika dijemur matahari bisa aja mas bro cuma takutnya hasil ga maksimal dikarenakan berbagai faktor, lagipula jika hanya dijemur hasil sablonan ketika disentuh permukaannya akan sedikit kasar.

  3. setiawan says:

    itu dilapisi kertas minyak/teflon berapa tumpukan/ berapa sap bro……. n brp lama disetrika merata… n njemurnya kalo udah disetrika dibalik atau dibiarkan sablon mnghadap matahari

  4. Anonymous says:

    Mas bro, kalo pake tinta plastisol, terus ga punya mesin press, kita pake setrika untuk pressnya, tapi kenapa masih rontok dan pecah?

    • AS MEDAN says:

      Sablon plastisol musti finishing dengan mesin curing atau minimal pakai hot gun mas.
      Tinta plastisolnya bukan hanya kering saja ya mas tapi tintanya pun harus juga matang (Kering dan Matang).

  5. kifli says:

    Mas bro, kalo pake tinta plastisol, terus ga punya mesin press, kita pake setrika untuk pressnya, tapi kenapa masih rontok dan pecah?

    • AS MEDAN says:

      Sablon plastisol musti finishing dengan mesin curing atau minimal pakai hot gun mas.
      Tinta plastisolnya bukan hanya kering saja ya mas tapi tintanya pun harus juga matang (Kering dan Matang).

    • AS MEDAN says:

      Malam Mas VQH,
      Kalau DRIFIT BIASA bisa pakai rubber Matsui Nano series, Matsui Pasta color 1300 series, Matsui MJ series, Distro Gloss series.
      Kalau DRIFIT SPANDEX pakai rubber Matsui Stretch 701 series.

  6. puji says:

    sy newbie di dunia sablon. sempat ikut kursus sablon, tapi lihat info di web ini ngak kalah okenya loh. lengkap banget, dan informatif banget. keren bgt ni….makasih ya mas bro.

  7. Feri says:

    Mas kl pake tinta sablon furukawa waterbased,itu berapa lama y kl di setrika?trus buat lapisannya menggunakan kertas minyak/kain teplon itu berapa lapis y? Terima kasih

    • AS MEDAN says:

      Pagi mas Feri,
      Standard finishing sablon waterbased adl dengan mesin hot press dengan suhu 160 derajat selama 30-60 detik, kalau menggunakan setrikaan kayanya harus lebih lama sedikit karena watt seterikaan dengan watt mesin press sangat berbeda jauh dan jangan lupa sambil ditekan ketika gosoknya.
      Untuk lapisan kertas minyak / kain teflon cukup gunakan 1 lembar saja. Khusus kertas minyak perhatikan kalau kertasnya sudah kotor atau sudah tipis/lecek cepat diganti dengan yg baru dan jangan dilanjutkan. Semoga membantu..^^

      Terima kasih sudah mampir di website kami..^^

  8. Fajar Amar says:

    misi bang.
    saya masih newbie dalam dunia sablon.
    saya habis nyablon kain dengan pasta sunrise koq rontok ya bang ? minta solusinya terima kasih 🙂

    • AS MEDAN says:

      Malam bg Fajar,
      Kami belum pernah menggunakan pasta sunrise namun secara rekomendasi pabrikan merk apapun biasanya setiap habis melakukan penyablonan disarankan finishing menggunakan mesin hot press dengan suhu 160 derajat selama 30-60 detik atau juga media kain yang digunakan tidak cocok dengan pastanya. Jika Bg Fajar masih mengalami kesulitan coba add no kontak kami aja di

      HP = 082126007778 (TELKOMSEL)
      WA/LINE = 082370709933 (TELKOMSEL)
      BB PIN = ASMEDAN atau 5E218118

      Terima kasih…^^

      • Tomi says:

        Misi mas mau tanya, bahan kaos polo shirt yang cocok buat sablon manual apa ya? Saya pakai tinta rubber matsui

        • AS MEDAN says:

          Siang mas,
          cocok cocok aja mas kalau kaosnya, yg penting cara pengerjaan ketika menyablon dijalankan sesuai prosedur maka hasil sablonan akan maksimal. Semoga membantu…^^

  9. prasetioadhitya says:

    Hallo gan, salam kenal, Langsung aja nih mau tanya2, maklum pemula belajar2 otodidak dr blogs & videos, termasuk web ini.😀

    Saya nyablon pake water based, nah untuk finishingnya pake setrikaan krn ga punya mesin hot press. Saya sdh baca2 lama waktu setrika krg lbh 1 menitan yah. Klo menggunakan kertas minyak sebagai alas prosesnya kita setrika full 1 menit itu ato ada jeda diangkat beberapa detik mas? apakah beda klo menggunakan kain teflon?
    Makasih

    • AS MEDAN says:

      Sore mas Pras,
      Salam kenal juga nich…

      Disarankan menggunakan kain teflon karena bisa digunakan seterusnya & selamanya kecuali kain teflonnya sobek tapi kalau menggunakan kertas minyak hanya bertahan sebentar saja, kalau minyak dikertasnya habis lalu dipaksakan terus untuk diseterika yang ada nanti tintanya akan berubah warna kaya agak kuning mau gosong gitu mas, belum lagi nanti bisa lengket-lengket.

      Rekomendasi memang biasanya 30-60 detik dengan suhu 160 derajat tetapi kalau menggunakan kertas minyak kemudian setelan suhu seterikaan di full in takutnya tidak kuat nahan panasnya jadi ya terpaksa dikurangi waktunya.

      Jangan lupa pas diseterika pake tenaga nekennya ya mas biar tintanya matang (kalau banyak pasti lumayan pegel..wkwkwkw)…

      Semoga membantu jawabannya..^^

  10. Erwin says:

    Mas bro kalau ketebalan gesutan misal 4 kali atau 5 kalo gesut itu mempengaruhi terjadinya pecah pada sablonan atau tidak yah? Soalnya ane biasanya 4 kali gesut terus di setrika haslilnya aman ga pecah dan awet. Namun kalo 5 kali gesut sesudah di setrika 3 haru hasil sablon ada sebagian yg pecah walaupun ga semua dan ga parah bgt. Mohon penjelasannya mas bro.

    • AS MEDAN says:

      Siang mas Erwin,
      Finishing standar minimum yang dianjurkan pabrikan adalah hasil sablonan harus di press menggunakan mesin press dengan suhu 160°C selama 60 detik (makin tebal sablonan berarti makin lama pressnya).

      Pada kasus mas Erwin kemungkinan setrika mas ketika mencapai ketebalan tertentu panas setrikanya tidak menyalurkan panas dengan maksimal lagi.

      Kemungkinan kedua adl waktu narik kaos setelah disablon dari papan sablonnya tidak benar (papan sablon yang terlalu lengket diberi lem meja kalau pas mau lepasin kaos hasil sablonan musti sedikit hati-hati karena bisa membuat retak rubber sablonan yang setengah kering kalau lepasinnya asal-asalan)

      Semoga membantu jawabannya…^^

  11. faozi says:

    maas lem meja ga terlalu banyak, tp ko nempelnya kuat saat diangkat, apa karna efek hot gun, bagaimana triknya supaya ga susah waktu di angkat,

    • AS MEDAN says:

      Pagi mas Faozi,
      Lem meja waktu pemolesan ke papan sablon molesnya tipis aja dan dibiarkan kering dulu sebelum ditempel kaosnya.
      Jika memang terlanjur terlalu kuat nempelnya itu gpp mas sudah biasa terjadi, nanti kaos kaos berikutnya akan lebih mudah diangkat karena lem meja nya sudah mulai bercampur dengan bulu kaosnya.

  12. Apex OSIS says:

    Bg mw tanya, itu lampu buat bikin screen sablon yg direkomdendasikan, berapa watt.. Biar nggak kemasakan..

  13. Luckman says:

    mau tanya mas.
    cara sablon kaos jersey supaya tebal, y minimal ga belang gimana? 1x tembak hasil tintanya tebal dalam keadaan masih basah, tp setelah kering ngresap smua itu tinta hasilnya tipis dan belang, apa perlu 2x tembak? tapi kendala dalam 2x tembak ialah untuk nomor punggung,
    saya pakai tinta Rubber, mohon penjelasannya dan
    trimakasih.

  14. AS MEDAN says:

    siang mas kalau sablon baju jersey pakai tinta rubber hbs nyablon lgs dihairdryer atau gk biarkan dulu seharian jgn lgs di press , krn kalau lgs di press itu wrn bajunya akan ikut naik , kalau mau aman dan hslnya bga utk sablon bj jersey sabaiknya pakai cutting polyflex, terima kasih dan semoga info ini membantu .

  15. imam says:

    Mas, mau tanya, saya bru nyablon pke transver paper dan hot press, tonta yg di pke sublem, hsilnya g than lama cpt pudar, mhn solusi, tinta apa yg than lama klo pke transver paper dgan mesin press, trim kash

    • AS MEDAN says:

      Siang mas Imam,
      Tinta yang cocok dan bagus untuk sablon transfer paper menggunakan tinta polymer kalau tinta sublime hanya bisa digunakan di kertas sublime…^^

  16. bembenk says:

    mas saya nyablon tinta plastisol. ginishing a pake headpress lapisan a pake kertas plat, knpa lengket ke kertas pdhal krtas plat itu jenis minyak jga, finishing tinta plastisol pakai headpress gmna bro?? mhon penjelasan dan pencerahan.. mksih salam satu karya

    • AS MEDAN says:

      Malam mas Bembenk,
      Finishing plastisol yg tepat adlh menggunakan mesin curring, apabila ingin memakai heatpress bisa saja tetapi sebelum di press plastisolnya dikeringkan dahulu dgn hotgun baru di press tetapi hasil tidak maksimal.

      Semoga bermanfaat…^^

  17. Heriy says:

    Mas saya mau tanya…saya nyablon kaos pake tinta rubber warna dasar putih,kenapa pas naik warna kedua setelah kering warna keduanya rontok?dah itu aja mas makasih

  18. dede ahmad fauzi says:

    ,, jenis kertas apa aja yg bisa dibuat alas press setrika,,
    kenapa om kalo slesei di pres tinta sablon suka lengket di kertas minyak tersebut,,

  19. AS MEDAN says:

    Siang mas Dede,
    Paling bagus buat alas press adl kain teflon / plastik astralon.
    Jika suka lengket di kertas minyak kemungkinan tinta sablon masih setengah kering, coba mas kedepan ketika sebelum di press, hasil sablonan dipastikan permukaannya benar-benar kering dahulu baru finishing dengan mesin press atau seterika…..^^

  20. rastabob says:

    Mas vrohh newbie setlah slesai nyablon finishing nya pkek setrika tapi nyetrika nya langsung kmedia, (temn sich yg ngsik tau) stelh ane baca2 blog nih saya kmudian lpisi kain teflon nah hasil nya ggk dah yg brbh sama sja, yg ingn sy tnykan brp lma wktu pnyetrikaan, kmudian ksik info dunk biar hasilnya halus dan terang, oh ya sya pkek rubber matsui naik 3-4x kdng2, kira2 ad cmpuran khusus ggk buat agar tinta terang dan halus hsilnya, bagi infox vroohh. Thanks

    • AS MEDAN says:

      Malam mas Ras,

      Standar finishing yg baik & benar adl menggunakan mesin press kaos dengan suhu 160 derajat selama 30 detik namun bisa juga menggunakan setrika tetapi untuk waktunya pasti harus lebih lama dari 30 detik karena setrika rumahan suhunya tidak mencapai 160 derajat.

      Jika menggunakan setrika sebaiknya sebelum disetrika kita alasin dahulu hasil sablonan menggunakan kertas minyak atau kain teflon agar setrika tidak langsung mengena ke rubber.

      Untuk mendapat hasil halus maksimal, hasil sablonan harus di press dengan mesin press kaos mas, jika menggunakan setrika kemungkinan tangan kita tdk sekuat mesin press.

      Untuk hasil terang, mas bisa memilih matsui “Bright Rubber” (White MJW – Mat MJM -Clear MJB).

      Untuk hasil mengkilap, mas harus menggunakan pasta rubber jenis glossy.

      Jika ingin menambah agar hasil sablonan lebih mengkilap, mas bisa menggunakan “Plastik astralon” >>>> https://alatsablonmedan.com/2017/02/01/kegunaan-plastik-astralon-pada-sablon-kaos/

      Semoga membantu jawabannya…^^

  21. UJANG says:

    Boss..numpang tanya nih..kenapa ya hasil sablonan saya mesti lengket…dan kalau habis dicuci bentuknya kusut sablonan nya..terkadang bisa rontok juga karena lengket..
    Thanks boss dengan waktu nya..
    Salam sukses.

  22. Lopi Julheri says:

    Horas bos..
    Saya Lopi dari kalbar saya pake cat white strip aladin kalo cuma white d sablon pada baju,rendam d kucek2 rontok tp kalo white d timpa color aman2 saja.tks

    • AS MEDAN says:

      Malam mas Lopi,
      Sampai saat ini kita belum pernah menggunakan tintanya aladin jd kurang mengetahui penyebabnya….^^

      Terima Kasih…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s